Senin, 06 November 2017

Arti Kebersamaan

Kata "Kebersamaan" terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi. Tapi terkadang individu didalam kelompok tersebut tidak tahu atau bahkan melalaikan arti makna dari kebersamaan. Mengapa rasakebersamaanbegitu penting dalam sebuah organisasi, ikatan, group atau komunitas? Kata"Kebersamaan"memiliki makna sebuah ikatan yang terbentuk karena rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama atau hubungan profesional biasa.

Kebersamaan memiliki empat unsur yang harus diciptakan dan dijaga oleh setiap individu yang tergabung didalamnya:

1. Sehati & Sepikir (Satu Visi)
Dalam sebuah organisasi akan terdapat banyak orang yang memiliki pendapat berbeda. Satu kepala satu ide, seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat kelompok kita kuat dan solid, maka selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi. Tinggalkan perbedaan dan galang persamaan, akan mengantar organisasi kita dapat berjalan dg lancar.

2. Tidak Egois
Sudah bukan rahasia lagi jika manusia itu adalah "makhluk egois". Apapun yang tidak memiliki nilai tambah buat dirinya, kebanyakan tidak akan ada partisipasi yang dikeluarkan, bahkan dianggap tidak penting. Jika sifat ini ada dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan organisasi tersebut hanya punya program tapi tidak ada kegiatan. Tidak ada yang mempelopori, karena semua menganggap apa yang mereka lakukan tidak ada imbal baliknya. Jika ingin memiliki organisasi yang solid, maka kita mulai utk belajar menurunkan Ego demi kepentingan bersama.

3. Kerendahan Hati
Organisasi akan memiliki anggota yang hegemoni (campuran). Terkadang ada sebagian anggota yang terlibat tidak memiliki keahlian dan pengalaman khusus, modal mereka hanya sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih. Maka selayaknya anggota yang memiliki usia lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi, kondisi finansial lebih beruntung, untuk menekan rasa sombong dalam diri dan rela bekerja sama (sambil menuntun) dg anggota lainnya.Kerendahan hatiakan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati dan timbulnya kelompok yang terkotak-kotak.

4. Kerelaan Berkorban.
Setiap individu dalam sebuah organisasi, akan memiliki sumbangsih yang bisa berbeda-beda. Ada yang menyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga atau waktu. yang punya finansial lebih menyumbangkan dana utk transportasi dan konsumsi, sementara yang memiliki waktu menyumbangkan tenaga dan waktunya utk melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jangan sampai membuat gesekan negatif yang bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama, maka siapkan kerelaan untuk mau berkorban dan jangan pernah itung-itungan.

Jika setiap individu dalam sebuah organisasi memahami dan terus belajar untuk memenuhi 4 unsur diatas, maka lambat laun organisasi yang dikembangkan akan menjadi semakin kuat dan solid di kemudian hari. Kesadaran diri untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri.

Minggu, 05 November 2017

Peremajaan Karet di Kepulauan Meranti

Dalam rangka Program Peremajaan Karet di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam hal ini Kelompok Tani Cahaya Tenggayun, Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan bantuan bibit karet sebanyak 12.750 batang yang bersumber dari dana APBD Provinsi Riau Tahun 2017.

Selain bantuan bibit karet sebanyak 12.750 batang, Kelompok Tani Cahaya Tenggayun juga mendapatkan bantuan berupa : 
1. Pupuk NPK 15-15-15 merk Bintang Tani sebanyak 3.750 Kg, 
2. Herbisida merk Sun-up sebanyak 125 liter, 
3. Pestisida sebanyak 125 liter, dan 
4. handspayer merk solo sebanyak 2 unit.

Bibit karet di terima dalam kondisi bagus dan rencananya akan di tanam pada bulan november 2017 di lahan seluas 25 Hektar.

Laporan :
Doni Hurdianto
Penyuluh/FASDA
Kepulauan Meranti

Sabtu, 04 November 2017

Semangat Fasilitator

Mari semua bersatu
Membangun negri
Singkirkan iri dan dengki
Tuk tugas ini
Masa yang akan datang
Kewajiban kita
Maru bersatu padu brantas kebodohan
Mari bersatu padu brantas kemiskinan

Mars Fasilitator

Tinggalkan suami tinggalkan istri
Relakan kami pergi berjuang
Dibawah panji sang Merah Putih
Majulah ayo terus maju

Tidak kembali pulang
Pasti pulang
Yakin kita kan menang
Pasti menang
Walau badai menerjang di medan juang
Demi bangsa ku rela berjuang

Ayo ayo ayo ayo terus maju
Singkirkanlah dia dia dia
Kikis habis kebodohan dan kemiskinan
Ayo kawanku kita terus maju
Demi bangsa ku rela berjuang

Ayo ayo ayo ayo terus maju
Singkirkanlah dia dia dia
Kikis habis kebodohan dan kemiskinan
Ayo kawanku kita terus maju
Demi bangsa ku rela berjuang

Demi bangsa ku rela berjuang

Jumat, 03 November 2017

Filosofi Kemitraan

Asal kata kemitraan adalah "Mitra". Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, pengertian mitra adalah teman, sahabat, atau kawan kerja. Kemitraan merupakan suatu jalinan hubungan kerjasama sebagai teman atau sahabat. Secara filosofi, persahabatan atau kemitraan bisa di wujudkan bilamana masing masing individu yang melakukan jalinan kerjasama dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap "saling terbuka, saling percaya, dan saling membutuhkan".
Dengan keterbukaan dan kepercayaan, maka " kebersamaan" akan tumbuh berkembang dengan baik. Saling terbuka, saling percaya dan saling membutuhkan dalam kebersamaan di antara individu individu, akan menumbuhkembangkan suatu kelompok yang "homofilus". Kelompok homofilus adalah kelompok yang terdiri dari anggota anggota yang memiliki banyak kesamaan seperti status sosial, tingkat pendidikan, mata pencarian, kepercayaan, kesenangan dan sebagainya.
Kemitraan merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan potensi ekonomi. Dogma ini berlaku dimana mana dan terbukti ampuh untuk menciptakan mata rantai dalam mengembangkan industri nasional yang kokoh dan mantap.
Kemitraan merupakan hubungan antar pelaku yang didasarkan pada ikatan usaha yang saling menguntungkan dalam hubungan kerja sinergis. Kemitraan merupakan hubungan kerjasama antara usaha usaha yang dilandasi oleh prinsip saling menunjang, saling menghidupi berdasarkan azar kekeluargaan, kebersamaan, dan saling menguntungkan.
Konsep kemitraan seperti ini dilakukan dengan syarat syarat tertentu:
1. Kemitraan merupakan hubungan kerjasama yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak. Dalam hal ini di perlukan kemandirian, artinya tidak sebagai penguasaan pihak satu atas yang lain. Kemitraan menjamin masing masing pelatih sebagai pelaku yang aktif dan mandiri.
2. Kemitraan dilakukan tidak didasarkan hubungan belas kasihan. Maksudnya kemitraan merupakan hubungan yang sejajar antara satu pihak dengan yang lain.
3. Kemitraan merupakan hubungan kerjasama yang profesional. Bila hubungan yang di laksanakan tidak menghasilkan efisiensi, maupun efektivitas dan keuntungan bagi kedua belah pihak maka hubungan tersebut tidak layak di lakukan.
Kemitraan di perlukan baik oleh perusahaan besar maupun menengah, namun terutama untuk perusahaan kecil. Perusahaan kecil lemah dalam hal pemodalan, manajemen, kualitas produk, jaringan pemasaran maupun SDMnya. Kerjasama kemitraan ini akan membantu perusahaan kecil mandiri dan berkembang. Konsep kemitraan yang dikembangkan harus berjalan bergandengan dan saling memperkuat pihak pihak yang terkait dalam kerjasama, yaitu hubungan kemitraan yang didasarkan pada bentuk kerjasama win-win atau saling menguntungkan.

Kamis, 02 November 2017

Apa Itu Fasilitator?

SEKEDAR PENYEGARAN.

Apa itu Fasilitator...?
Fasilitator adalah pengetahuan dan keterampilan ajaib diperlukan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat. Dikatakan pengetahuan dan ketrampilan ajaib karena tidak diajarkan di sekolah atau universitas manapun. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seorang Fasilitator dari kesungguhan dan pengalaman lapangan. Fasilitator sebaiknya tidak berperan sebagai pendidik masyarakat. Kalau fasilitator bermaksud mendidik masyarakat, sebaiknya jangan menggunakan pendekatan pendidikan (yang dalam bahasa Paulo Fraire disebut) gaya bank. Pendidikan gaya bank setidaknya dapat digambarkan sebagai berikut:
Guru mengajar, murid diajar
Guru mengetahui sesuatu, murid tidak tahu apa-apa
Guru berpikir, murid dipikirkan
Guru bercerita, murid yang mendengarkan
Guru membuat peraturan, murid mematuhi peraturan
Guru memilih materi dan memaksakan, murid menerima
Guru subyek, murid obyek

Fasilitator bukan pusat pengetahuan (orang yang mengetahui segalanya), bukan penyelesai dan bukan tempat mengadu masalah. Fasilitator mengajak masyarakat menghadapi masalah, menganalisa peran, untung rugi, dan alternatif penyelesaian (problem solving). Fasilitator mendistribusikan  kesempatan “bicara” kepada masyarakat yang paling pendiam. Hal ini diperlukan untuk memecah budaya bisu, malu, tawadlu buta, takut salah, dan lain- lain. Fasilitator harus mencegah kemungkinan terjadinya dominasi pembicaraan oleh satu atau beberapa orang tertentu, yang biasanya (orang itu) merasa memiliki  pengetahuan, status sosial yang lebih tinggi dari yang lain. Fasilitator membantu menstrukturisasi pembicaraan (tanpa harus merubah isi) seseorang yang kesulitan dalam menyuarakan aspirasinya. Dan Fasilitator meringkas pendapat dengan membuat kata kunci agar menjadi lebih singkat dan mudah dipahami.

Ada beberapa ketrampilan yang dibutuhkan oleh seorang fasilitator, antara lain: mengetahui konsep dan tehnik pendidikan orang dewasa (metode andragogy). Pendidikan andragogy intinya kira-kira seperti yang diungkapkan oleh Confucius: Saya dengar, saya lupa; Saya lihat, saya ingat; Saya kerjakan, saya paham. Fasilitator hendaknya mengusasi beberapa tehnik : curah pendapat (brain-storming), diskusi terfokus (FGD) atau metode ORID Workshop, program planning, action planning memanage forum role-play, Ice breaking (memecah kejenuhan dan kebekuan peserta melalui permainan atau simulasi). Disamping itu, fasilitator diharapkan menguasai penggunaan beberapa media bantu seperti: meta-plan, kertas plano, bulkonah (bulat, kotak, panah), permainan drama (sosio-drama), dll.

Adapun sikap seorang Fasilitator yang baik:
1.   Demokratis
2.   Partisipatif
3.   Kreatif
4.   Terbuka
5.   Sabar
6.   Tidak mendominasi forum
7.   Lebih sedikit bicara dibanding peserta (justru mendorong agar peserta mau bicara)
8.   Tidak menyalahkan ide/gagasan/pendapat peserta
9.   Tidak menggurui
10. Tidak merasa benar sendiri dan orang lain salah
11. Tidak merasa menang sendiri
12. Sersan (serius tapi santai)
13. Humoris
14. Melebur dalam forum
15. Dan lain-lain

Sedangkan sikap fasilitator yang tidak baik adalah :
1.  Fasilitator mengajar, peserta diajar
2.  Fasilitator mengetahui sesuatu, peserta tidak tahu apa-apa
3.  Fasilitator berpikir, peserta dipikirkan
4.  Fasilitator bercerita, peserta yang mendengarkan
5.  Fasilitator membuat peraturan, peserta mematuhi peraturan
6.  Fasilitator memilih materi dan memaksakan, peserta menerima
7.  Fasilitator subyek, peserta obyek

Demikian dan semoga artikel ini bermanfaat baik bagi diri saya pribadi maupun kepada seluruh teman-teman yang akan dan sedang menjalankan peran sebagai Fasilitator. Terimakasih, salam "batik" bukan aku tapi kita.
Diposting oleh ArwinLa
Posting Ulang :Fasda Riau

Arti Kebersamaan

Kata " Kebersamaan " terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas atau ...